Berikut ini pengantar singkat tentang sejarah, ilmuan dan aplikasi trigonometri.
disamping itu juga disertakan rumus jumlah dan selisih dua sudut serta contoh soalnya.
silahkan download disini
Rabu, 16 Oktober 2013
Rabu, 02 Oktober 2013
Anak Sulit Memahami Matematika? Ajari dengan Gerakan Tangan
Saat tangan kita bergerak, ada gelombang sederhana pada tangan yang
dapat meragsang otak sehingga meningkatkan kemampuan matematika anak.
Gerakan tangan saat menerangkan pelajaran matematika kepada anak ternyata memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir mereka. Saat tangan kita bergerak, ternyata terdapat sebuah gelombang sederhana pada tangan yang dapat meragsang otak sehingga meningkatkan kemampuan matematika anak.
Gerakan tangan saat menerangkan pelajaran matematika kepada anak ternyata memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir mereka. Saat tangan kita bergerak, ternyata terdapat sebuah gelombang sederhana pada tangan yang dapat meragsang otak sehingga meningkatkan kemampuan matematika anak.
Studi baru mengungkapkan bahwa siswa memiliki kemampuan lebih baik dan
lebih mudah menangkap pelajaran yang diberikan ketika guru menerangkan
dengan menggunakan gerakan tangan mereka. Studi yang dilakukan oleh
profesor psikologi Kimberly Fenn dari Michigan State University dan
Susan Wagner Cook dari University of Iowa diujicobakan kepada 184 siswa
yang duduk di bangku kelas 2, 3, dan 4. Mereka diminta untuk memecahkan
soal matematika seperti 4+5+7 = ___+7.
Setengah dari siswa melihat guru menggerakkan tangannya (mengaris bawahi
persamaan) ketika menerangkan bahwa hasilnya harus sama di kedua sisi.
Sementara siswa lainnya melihat seorang guru yang hanya menggunakan
kata-kata tanpa menggunakan gerakan dengan tangannya (isyarat) saat
menyampaikan materi yang sama. Hasil dari uji coba tersebut bahwa
kelompok siswa yang melihat gerakan tangan guru mendapatkan hasil yang
lebih baik. Tes kedua yang dilakukan 24 jam kemudian juga menunjukkan
bahwa kelompok siswa yang melihat isyarat saat diterangkan memiliki
keunggulan dibandingkan dengan kelompok yang lainnya.
Fenn dan Cook mengatakan bahwa gerakan membantu siswa memahami struktur
masalah matematika. Peneliti berpikir bahwa siswa yang diterangkan oleh
guru dengan menggunakan bahasa tubuh, tidak hanya mengingat konsep
dengan instruktur memberi isyarat tidak hanya ingat konsep, mereka
mengingat bahasa tubuh guru mereka.
"Ketika Anda melihat seseorang melakukan tindakan, itu benar-benar
merangsang area otak yang akan Anda gunakan untuk melakukan tindakan
tersebut," kata Fenn.
Saat guru menggunakan tangan mereka untuk menggarisbawahi setiap sisi
persamaan, para siswa mengerti bahwa terlepas dari angka itu sendiri,
tujuan utama dari soal yang diberikan adalah untuk membuat hasil yang
sama di kedua sisi persamaan.
"Namun sebaliknya, apa yang instruktur sampaikan dengan pidato
(berbicara) tanpa melakukan gerakan ini mengisyaratkan hal yang penting
justru pada angkanya tetapi ketika Anda mendapatkan masalah baru itu
akan menjadi angka yang sama sekali baru buat Anda," kata Fenn.
Jumat, 12 April 2013
MATEMATIKA BUKAN BERHITUNG
Ketika kita ditanya tentang matematika, pasti dibenak kita adalah
sekumpulan angka yang dijumlahkan, dikurang, dikali atau dibagi. Matematika
adalah menghitung angka-angka yang kita sendiri kadang tidak tahu untuk apa
angka itu. Deretan angka mulai dari satuan, puluhan, hingga puluhan ribu
dibebankan pada anak-anak sekolah dasar. Dari hal tersebut sehingga muncul
dalam benak kita bahwa matematika itu adalah ilmu menghitung. Tetapi apakah
memang matematika itu adalah ilmu hitung.
Delapan kecerdasan majemuk yang ditemukan oleh howard gardner salah
satunya adalah mathematic logic. Dalam ranah kecerdasan ini dijelaskan bahwa
matematika itu adalah kecerdasan berfikir secara sistematis dan logis untuk menyelesaikan
sebuah permasalahan. Berbagai permasalahan yang ditemukan diselesaikan dengan
berfikir logis yang meliputi identifikasi masalah, analisis masalah,
penyelesaian masalah. Berhitung hanyalah sebagian kecil dari urusan matematika,
bahkan berhitung adalah efek jika logikanya sudah dapat, maka hitungan
berapapun akan dapat terselesaikan.
Berbagai macam metode berhitung banyak kita temukan saat ini. Mulai
dari hitungan dengan jari ataupun dengan metode cepat lainnya. Berbagai metode
tersebut menawarkan agar anak dapat menguasai berhitung; penjumlahan-pengurangan,
perkalian-pembagian. Kita bisa meningkatkan kemampuan berhitung anak dengan
menggunakan berbagai metode tersebut, Namun kita harus berhati-hati jangan
sampai berdampak dengan konsep matematika yang sesungguhnya.
Berbagai metode mengembangkan kemampuan berhitung anak harus
sejalan dengan konsep berfikir logis yang menjadi dasar dari matematika. Ada
beberapa metode yang ternyata dapat merusak konsep matematika ketika anak
mendapatkan materi aljabar, padahal materi aljabar adalah salah satu ranah
dalam matematika yang tidak dapat terpisahkan. Jika aljabar belum bisa
dikuasai, maka integral, differensial, kalkulus
akan susah pula diterima oleh anak. Mungkin hal tersebut juga yang
membuat kita kenapa selalu menjadikan materi aljabar sebagai momok, jika
bertemu dengan “x” atau “y” seolah-olah menjadi misteri yang tidak pernah ada
penyelesaiannya. Sejatinya konsep aljabar adalah mengajak nalar berfikir logis.
Jadi jika konsep belajar berhitung tidak ditekankan pada berfikir logis maka
konsep aljabar akan sulit diterima oleh anak.
Berhitung cepat
dengan mengabaikan logika akan membuat anak suka matematika secara sesaat. Kalau dalam benak kita hanya seperti itu, pertanyaan selanjutnya
adalah, apa bedanya matematika dan kalkulator? Rentetan aritmatika tersebut
hanyalah irisan dari ilmu metematika itu
sendiri. Tetapi
alangkah beruntungnya ketika anak kita sudah tertarik dengan angka-angka dan
rentetan aritmatika tersebut. Kita bisa memanfaatkan hal tersebut untuk membuat
anak-anak lebih mencintai matematika. Sehingga mereka tahu bahwa kehidupan
mereka tidak pernah terlepas dari matematika itu sendiri. Saat bermain,
jalan-jalan, bahkan dari bangun tidur sampai tidur lagi mereka selalu
menggunakan matematika. Aljabarpun akan menjadi sesuatu yang mudah dan
menyenangkan ketika kita mengajarkannya dengan cara mengaplikasikannya langsung
dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan
uraian tersebut layaknya kita perlu membedakan antara matematika dan berhitung.
Berhitung hanyalah sebagian kecil dari matematika yang belum mewakili definisi
matematika. Kemampuan matematika tidak hanya diukur dari kemampuan berhitung,
tetapi lebih dari itu berfikir logis untuk menemukan cara berhitung lebih cepat
adalah kemampuan yang tinggi dalam matematika. Kita harus berfikir global
tentang matematika sebagai satu kesatuan ilmu yang meliputi aritmatika,
aljabar, geometri, logika. Jangan sampai hanya karena mengejar kemampuan
menghitung kita mengabaikan konsep dasar matematika. So, save our math for our
life.
Langganan:
Komentar (Atom)

