Senin, 05 Februari 2018

Matematika (Program Linear) pada Ilmu Manajemen



Matematika (Program Linear) pada Ilmu Manajemen


Jika di SMA dipelajari trntang program linear, maka di tingkat perguruan tinggi ada cabang yang lebih luas, yaitu riset operasi. Mungkin anda sering mendengar kata “manajer operasional suatu perusahaan”. Manajer operasional bertugas melakukan manajemen terhadap kegiatan-kegiatan operasional. Manajemen operasi, adalah suatu cabang dari matematika terapan yang cenderung interdisipliner. Ilmu riset operasi menggabungkan antara teori matematika dan manajemen. Pendekatan yang dilakukan dengan pendekatan permodelan matematika, analisis stastistik, dan teori optimasi matematis. Rumusan masalah pada riset operasi dibagi dalam dua kelompok besar yaitu: meminimumkan, dan memaksimumkan. Untuk masalah meminimumkan biasanya yang diminumkan adalah biaya distribusi, biaya produksi, jarak tempuh, dll. Sedangkan pemaksimalan bertujuan memaksimalkan keuntungan, jumlah barang produksi, dll. Adapun metode-metodenya pernah saya bahas di sini.
Seperti yang telah disampaikan di sini, pada alternatif ketiga, telah dijelaskan bahwa salah satu prospek lulusan jurusan matematika adalah menjadi manajer operasi. Riset operasi adalah sebuah disiplin ilmu, cabang dari matematika yang sangat dapat diterapkan pada sistem operasional sebuah perusahaan maupun instansi pemerintah.
Riset operasi, adalah suatu cabang dari matematika terapan yang cenderung interdisipliner. Ilmu riset operasi menggabungkan antara teori matematika dan manajemen. Pendekatan yang dilakukan dengan pendekatan permodelan matematika, analisis stastistik, dan teori optimasi matematis. Riset operasi bertujuan mencari solusi optimal dari masalah yang kompleks.
Rumusan masalah pada riset operasi dibagi dalam dua kelompok besar yaitu: meminimumkan, dan memaksimumkan. Untuk masalah meminimumkan biasanya yang diminumkan adalah biaya distribusi, biaya produksi, jarak tempuh, dll. Sedangkan pemaksimalan bertujuan meemaksimalkan keuntungan, jumlah barang produksi, dll.
Sebagai disiplin ilmu yang terbilang baru (jika dibandingan dengan matematika yang usianya telah mencapai 5000 tahun), klasifikasi dalam riset operasi belum benar-benar eksak, masih terdapat banyak versi, karena memang ilmu-ilmu pascasarjana cenderung berkembang pesat dan sulit dikotak-kotakkan. Sejarah mencatat, sebenarnya aplikasi riset operasi dalam dunia nyata bukanlah berasal dari dunia industri. Menurut sejarah riset operasi, dunia militer. George Dantzig dan sejumlah ahli matematika lain diperintahkan oleh mentri pertahanan Inggris pada masa itu untuk melakukan penelitian tentang riset operasi yang digunakkan pada strategi perang pasukan inggris dan amerika.
Sekitar 1000 orang pada masa itu (200 diantaranya adalah tentara Inggris) melakukan penelitian dan diskusi untuk mengembangkan berbagi model untuk optimasi distribusi logistik, penugasan tentara militer, penjadwalan penyerangan dll guna kepentingan pemenangan blok sekutu pada perang dunia kedua. (maaf paragraf ini saya tidak dapat jamin kebenarannya)
Hamdy Taha melambangkan pada bukunya bahwa riset operasi adalah seni, seni optimasi  guna mencapai titik optimum, motedenya tidak mutlak baku. Riset operasi berusaha menciptakan arah tindakan terbaik (optimum). Riset operasi memang dirasakan sebagai pemcahan matematis dari maslah-masalah tersebut, namun riset operasi tidak hanya itu.
Secara umum riset operasi adalah pendekatan keilmian kuantitatif untuk mendapatkan rumus-rumus guna pemecahan masalah riset operasi. Beberapa cabang riset operasi terlah berkembang dengan baik, seperti analisis jalur kritis, perencanaan proyek, penempatan fasilitas, optimasi jaringan, masalah penugasan (termasuk pembagian target antar senjata), penyusunan rute optimal, otomatisasi, transportasi dll.
Metode Pada Riset Operasi
Terdapat banyak metode pada riset operasi, dari metode pemrograman linear, transportasi, dll itu semua dapat diakses di link Program Linear
Seperti disiplin ilmu lain, riset operasi juga memiliki komunitas peneliti di tingkat internasional, namanya The International Federation of Operational Research Societies (IFORS), yang membawahi organisasi serupa tingkat nasional di lebih dari 50 negara. Ini melambangkan bahwa terdapat banyak pilihan untuk melanjutkan studi pada bidang ini di berbagai negara.

Jumat, 02 Februari 2018

Matematika dan Kontruksi

Matematika dan Kontruksi
Teringat postingan facebook tertanggal 29 Januari 2018 mengenai kerinduan akan belajar matematika di bangku perkuliahan. Ada salah satu teman yang saat ini bekerja di Korea. Dia bekerja di bidang konstruksi. Dia berkomentar d status tersebut, bahwa ilmu kalkulus, aljabar dan geometri sangat dibutuhkan dalam pekerjaannya. Bahkan ia menunjukkan gambar pekerjaannya. Alangkah takjub diri ini melihat kegunaan matematika dalam profesi ini.
Matematika dan Tehnik memang memiliki hubungan yang erat. Bagaimana Diferensial digunakan untuk menemukan fungsi dasar sehingga diperoleh penggunaan bahan secara optimal. Penggunaan integral dalam menghitung kekuatan sebuah struktur bangunan. Ah... sungguh luas sekali ternyata fungsu matematika.
Masa SMA, kita tidak paham kenapa harus belajar Dua benda yang asing ini yaitu diferensial dan integral. Kita hanya bergulat dengan rumitnya hitung hitungan yang satu soal saja jawabannya bisa satu halaman. Dalam satu kelas, mungkin hanya hitungan jari saja yang memahami konsepnya, dan saya termasuk yang tidak paham (hehehehe). Ah,,andaikan dulu saya tahu kegunaanya, mungkin akan beda cerita ya...