Jumat, 07 Desember 2012

Save Our Math

Sebagian dari kita mungkin sering bertanya kepada anak-anak tentang pelajaran yang paling menyenangkan dan pelajaran paling susah. Pada bagian pelajaran paling menyenangkan mungkin jawaban setiap anak akan sangat berfariasi, namun jika kita tanyakan pelajaran yang paling susah, rasanya sebagian besar anak akan kompak mengatakan matematika. Sebenarnya mengapa matematika seolah-olah begitu menyeramkan di mata anak-anak, bahkan sebagian besar orang dewasa pun beranggapan bahwa matematika sangat susah. Diakui atau tidak, secara turun temurun kita telah memberikan pandangan negatif tentang matematika. Sejak kecil kita sudah mendengar bahwa seolah-olah matematika adalah pelajaran special yang hanya dapat dikuasai anak-anak pintar dan cerdas. Matematika pelajaran menghitung, memusingkan, membingungkan bahkan ada yang yang menyelewengkan kata matematika menjadi “MATIMATIAN”. Sungguh ironis pandangan kita terhadap matematika. Pandangan negatif terhadap matematika diperparah lagi dengan kehadiran tenaga pendidik yang kurang kompeten di bidangnya. Guru SD yang notabene harus mengajarkan semua mata pelajaran kurang begitu menguasai konsep mendasar dari matematika, penyampaian hanya pada taraf permukaan, tidak mengena bagian inti dari matematika, sehingga anak tidak tahu sebenarnya kegunaan dari ilmu yang ia pelajari. Metode penyampaian pun sangat berpengaruh. Seseorang yang kurang menguasai bidang tersebut pastinya akan banyak menyampaikan materi hanya berdasarkan buku yang mana buku sendiri masih sangat butuh improvisasi dan kreatifitas dari guru. Sehinga selama ini kita biasanya menganggap guru ketika mengajar matematika akan menjadi sangat menyeramkan, bagaikan bermuka merah dan punya dua tanduk. Pendidikan dasar sebagai peletak konsep dasar matematika harusnya mendapatkan perhatian serius, karena jika sebuah konsep sudah rusak dari dasar akan sangat sulit untuk mengubahnya di kemudian hari. Tenaga pendidik yang berada di pendidikan dasar harusnya adalah orang-orang yang memang benar-benar kompeten di bidangnya. Hal ini dimaksudkan agar konsep-konsep dasar dalam matematika dapat tersampaikan dengan baik. Dengan adanya guru-guru yang memang menguasai bidang tersebut tentunya akan membuat pembelajaran menjadi menarik. Ketika guru mengetahui aplikasi dari sebuah materi yang diajarkan, maka ia akan lebih sering menggunakan metode-metode percobaan serta menyampaikan materi yang lebih menantang bagi siswa. Pada akhirnya, kita semua juga harus ikut ambil bagian untuk mengembalikan citra matematika. Jangan sampai kita menyebarkan bahwa matematika itu susah. Katakana saja bahwa matematika itu pelajaran yang mempelajari tentang berhitung dan berfikir logis. Biarkan anak mencari sendiri kesimpulan kesimpulan tentang matematika, dan sangat diperlukan untuk memotivasi anak-anak dan murid-murid kita agar tetap bersemangat untuk belajar. Di akhir tulisan ini, penulis hanya ingin mengajak pembaca sekalian untuk menyelamatkan pandangan negatif tentang matematika. Let’s save our math. (diterbitkan di Harian Tribun Kaltim tanggal 1 Oktober 2012)

Tidak ada komentar: